Selasa, 18 November 2014

PI Masa Prapaskah 2011



Puasa dan Tobat

PENGANTAR

Tobat adalah suatu tindakan yang harus terus-menerus berlangsung seumur hidup kita, karena kita hidup dalam kelemahan dan kecenderungan pada dosa. Gereja telah menyediakan bagi kita berbagai kesempatan yang istimewa untuk bertobat, di antaranya adalah Masa Prapaskah, yang juga dikenal sebagai masa tobat dan masa puasa. Tobat itu dapat dinyatakan dalam bermacam-macam cara, misalnya puasa, doa dan derma. Dan tobat itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam penerimaan Sakramen Tobat.
“Puasa dan Tobat” itulah yang menjadi tema bahan pertemuan  pendalaman iman untuk Masa Prapaskah 2012 ini. Tema itu dijabarkan ke dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama memusatkan perhatian pada puasa. Sedangkan pertemuan kedua memusatkan perhatian pada Sakramen Tobat.

Pertemuan Pertama
PUASA

PEMBUKAAN

1.    Lagu Pembuka, MB 365
2.    Tanda Salib dan Salam
P.    Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U.             Amin.
P.    Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, beserta kita.
U.   Sekarang dan selama-lamanya.
3.    Pengantar
       Barangkali kita pernah mendengar orang berkata bahwa puasa dan berbagai bentuk matiraga lainnya merupakan ungkapan iman Kristen yang ketinggalan zaman. Tetapi, itu tidak benar! Selama kita mengikuti Yesus, selama itu pula kita harus selalu menyangkal diri kita. Yesus berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku" (Mat 16:24).
       Penyangkalan diri melalui  puasa tetap penting untuk kita laksanakan, karena keinginan kita akan banyak hal sebenarnya susah dikendalikan. Kalau diberi kesempatan misalnya, kebanyakan dari kita akan makan lebih banyak daripada yang diperlukan oleh tubuh kita, padahal itu tidak baik untuk kita. Kita mudah sekali terikat kepada barang-barang ciptaan. Kita lebih sering memilih kenikmatan jasmani daripada manfaat rohani.
       Sembari menyadari segala kelemahan kita, marilah kita mulai pertemuan ini, yang bertema “Puasa”, dengan terlebih dulu memohonkan berkat dan penyertaan Tuhan.
4.    Doa Pembuka
P.    Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, Engkau telah menganugerahkan kepada kami Masa Prapaskah, masa puasa dan masa tobat. Berilah kami semangat tobat yang tulus, agar dapat menjalani Masa Prapaskah ini dengan ikhlas hati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
U.   Amin.

MENDENGARKAN SABDA

1.    Matius 6:16-18
16   Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, upaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17    Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat yang tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
2.    Mendalami Kitab Suci
a.    Menurut Anda, apa yang hendak disampaikan Tuhan Yesus kepada kita melalui bacaan dari Injil Matius tadi?
b.    Menurut Anda, apa saja manfaat puasa bagi diri kita?
       Jawaban yang diharapkan terdapat dalam bagian Rangkuman dan Peneguhan.
3.    Rangkuman dan Peneguhan
a.    Untuk mencapai tujuan, baik yang duniawi maupun yang surgawi, tubuh kita memerlukan disiplin. Kalau kita ingin mencapai suatu sasaran, apa yang harus kita lakukan? Kita akan berlatih! Kita akan diet! Semakin keras kita berusaha, semakin baik hasilnya.
b.    Orang-orang kristiani awal sangat paham akan hal ini, dan mereka sering berpuasa. Santo Paulus bahkan melangkah lebih jauh lagi, “Aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya" (1Kor 9:27). Penyangkalan diri melalui  puasa akan memperkuat rohani kita dalam melawan berbagai godaan yang ditawarkan kepada kita.
c.     Karena itulah Gereja mengajak kita untuk berpuasa. Puasa itu kita lakukan dalam berbagai kesempatan. Misalnya, kita harus berpuasa selama satu jam sebelum menyambut komuni kudus! Ini adalah suatu pengorbanan yang kecil, tetapi puasa seperti ini mampu membangkitkan suatu "rasa lapar rohani" dalam diri kita. Tidak hanya rasa lapar akan Sakramen Ekaristi, tetapi juga suatu rasa lapar, rasa rindu, untuk bersatu dengan Tuhan.
d.    Selain itu, setiap tahun, dari kita dituntut untuk menjalankan puasa wajib pada dua hari yakni pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Agung. Pada kedua hari ini, kita hanya boleh makan kenyang satu kali. Pada kedua hari itu, dan pada semua hari Jumat selama Masa Prapaskah, kita tidak boleh makan daging.
e.    Tuhan Yesus ingin agar selama kita berpuasa, kita tidak menonjolkan puasa kita itu di depan orang lain. Puasa dilaksanakan dengan tulus hati, untuk Allah, dan bukan untuk pamer. Walaupun kita sedang puasa, kita diminta untuk tetap segar dan berseri, seperti orang yang sedang berpesta.
f.     Dibandingkan dengan pengurbanan yang kita laksanakan dalam bidang-bidang kehidupan yang lain - sekolah, tempat kerja, mengasuh anak, bahkan olah raga - semua itu hampir tidak ada artinya. Tetapi kesetiaan melakukan penyangkalan-penyangkalan kecil itu juga mengungkapkan kesetiaan kita pada sabda Yesus sendiri.

MENANGGAPI SABDA

1.    Doa Umat
P.    Saudara-saudari, marilah kita dengan segenap hati memanjatkan doa kepada Allah, Bapa kita, yang dengan murah hati senantiasa mendengarkan doa anak-anak-Nya.
P.    Bagi semua orang beriman yang sedang menjalani masa puasa: semoga mereka melaksanakan puasa ini dengan tulus hati hati dan mampu mengatasi segala godaan. Marilah kita mohon:
U.             Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P.    Bagi semua orang yang membuka diri untuk disucikan dan dibangun kembali dengan doa, puasa, dan derma: semoga mereka layak menyambut rahmat keselamatan yang dilimpahkan Tuhan selama masa puasa ini. Marilah kita mohon:
U.             Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P.    Bagi kita yang berhimpun di sini: semoga Tuhan menjadikan hati kita main rela menrut kehendak-Nya yang suci, dan semoga masa puasa ini semakin mendekatkan diri kita pada Allah dan sesama. Marilah kita mohon:
U.    Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
2.    Doa Spontan
       Peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan doa-doa secara spontan.
P.    Demikianlah Bapa doa-doa yang kami sampaikan kepada-Mu dengan rendah hati. Sudilah kiranya Engkau mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kami, demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
U.    Amin.
3.    Bapa Kami
       Marilah kita satukan seluruh doa-doa kita dengan doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, Bapa Kami…

PENUTUP

1.    Doa Penutup
P.    Allah, Bapa yang maha pengasih, Engkau menghendaki umat-Mu beribadat dengan tulus hati. Semoga kami dapat membuang segala kemunafikan, berbalik kepada-Mu dengan segenap hati, dan menjalani puasa suci ini dengan tulus hati, agar pada akhir masa puasa nanti kamu dapat menikmati buah-buah misteri Paskah secara melimpah. Dengan perantaraan Kristus Tuhan kami.
U.   Amin.
2.    Berkat
P.   Semoga Tuhan beserta kita.
U.             Sekarang dan selama-lamanya.
P.    Semoga dalam menjalani masa puasa ini kita selalu diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: Bapa, Putra dan Roh Kudus.
U.             Amin.
3.    Lagu Penutup, MB 376 


Pertemuan Kedua
SAKRAMEN TOBAT


PEMBUKAAN

1.    Lagu Pembuka, MB 366
2.    Tanda Salib dan Salam
P.    Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U.   Amin.
P.    Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, beserta kita.
U.   Sekarang dan selama-lamanya.
3.    Pengantar
       Sakramen Tobat, bersama dengan Sakramen Pengurapan Orang Sakit, oleh Gereja dipandang sebagai sakramen-sakramen penyembuhan. Pengakuan dosa melakukan bagi jiwa kita apa yang dilakukan oleh dokter bagi tubuh kita. Perhatikanlah segala yang kita lakukan untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat. Kita menjalani check-up secara teratur pada seorang spesialis, pada dokter gigi, pada dokter mata. Semua ini baik untuk kita, dan juga baik untuk setiap orang yang ada di sekitar kita.
       Kalau kita meluangkan begitu banyak upaya untuk perawatan tubuh kita, tidakkah kita akan meluangkan lebih banyak waktu untuk perawatan jiwa kita? Sebab, bagaimanapun, tubuh kita akan lenyap dengan cukup cepat, sedangkan jiwa kita akan hidup untuk selama-lamanya. Lagipula, semua upaya yang kita lakukan untuk kesehatan dan kesegaran rohani akan memiliki pengaruh yang besar kepada orang-orang di sekitar kita.
       Maka marilah kita mulai pertemuan ini, yang bertema “Sakramen Tobat”, dengan terlebih dulu memohonkan berkat dan penyertaan Tuhan.
4.    Doa Pembuka
P.    Allah, pencipta semesta, Engkau telah menempatkan kami di dalam dunia yang penuh gejolak ini. Teguhkanlah iman kami, agar khususnya selama masa tobat ini, kami mampu bertahan terhadap segala godaan. Kami ingin bertobat dari keserakahan, iri hati, kesombongan dan kecenderungan-kecenderungan jahat lainnya. Ubahlah hati kami agar makin berkenan pada-Mu dan sesama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
U.   Amin.

MENDENGARKAN SABDA

1.    Yoh 20:19-23

19   Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20   Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
21   Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
22   Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
23   Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

2.    Mendalami Kitab Suci
a.    Menurut Anda, apa yang hendak disampaikan Tuhan Yesus kepada kita melalui bacaan dari Injil Yohanes tadi?
b.    Menurut Anda, mengapa kita harus menerima Sakramen Tobat?
       Jawaban yang diharapkan terdapat dalam bagian Rangkuman dan Peneguhan.
3.    Rangkuman dan Peneguhan
a.    Hanya Allah yang dapat mengampuni dosa. Dan Yesus, sebagai Anak Allah, juga memiliki kuasa itu. Yesus juga mempunyai wewenang untuk membagikan kuasa itu kepada Gereja-Nya. Pada hari kebangkitan-Nya, “Ia mengembusi mereka dan berkata, 'Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada...” (Yoh 20:22-23). Gereja dapat mengampuni dosa atas nama Allah.
b.    Demikianlah sampai dengan hari ini dalam Gereja kita berlangsung penerimaan Sakramen Tobat. Sakramen Tobat adalah sarana yang disediakan Allah bagi kita untuk menerima dan mengalami pengampunan dari-Nya. Dosa merusak hubungan kita dengan Allah, tetapi pengampunan memulihkan lagi hubungan kita dengan Allah.
c.     Untuk dapat menerima Sakramen Tobat, kita hendaknya melakukan pemeriksaan batin yang seksama, menghayati tobat atau sesal yang sempurna, disertai niat sungguh untuk tidak berdosa lagi. Selanjutnya, kita diminta untuk mengakukan dosa kita dihadapan bapa pengakuan, secara jelas dan rinci, serta melaksanakan perbuatan silih atau laku tapa yang diusulkan oleh bapa pengakuan.
d.    Mengapa, pada tahun-tahun terakhir ini, praktik pengakuan dosa merosot? Kemerosotan ini berkaitan dengan hilangnya kesadaran akan dosa. Kita hidup dalam budaya yang tidak sadar akan dosa. Kita tidak merasa bersalah kalau melakukan dosa-dosa tertentu. Kita begitu yakin akan diri kita bahwa "Saya oke, Anda oke." Tidak peduli pilihan yang kita ambil dalam hidup ini.
e.    Tetapi, kenyataannya adalah bahwa kita tidak oke, sebab kita semua berdosa, dan kita semua menderita karena dosa-dosa kita sendiri dan dosa-dosa orang lain. Dengan demikian, kita putus hubungan dengan Allah yang menciptakan kita dan putus hubungan dengan dunia yang diciptakan bagi kita. Sungguh, kita perlu mengalami pengampunan-Nya supaya kita dapat disembuhkan dan bertumbuh, dan kemudian mengamalkan pengampunan.

MENANGGAPI SABDA

1.    Doa Umat
P.    Saudara-saudari, marilah kita dengan segenap hati memanjatkan doa kepada Allah, Bapa kita, yang dengan murah hati senantiasa mendengarkan doa anak-anak-Nya.
P.    Bagi semua orang beriman yang sedang menjalani masa puasa: semoga mereka menggunakan masa puasa ini untuk bertobat, dan dengan demikian dapat menyambut hari raya kebangkitan Tuhan dengan penuh sukacita. Marilah kita mohon:
U.   Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P.    Bagi para pejabat dan pegawai negeri: semoga mereka tidak mudah terjerumus karena nafsu yang tidak terkendali akan kekayaan, kenikmatan, kemewahan, gengsi dan kedudukan. Marilah kita mohon:
U.   Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
P.    Bagi para calon baptis: semoga makin mantap dalam mengikuti Yesus dengan meninggalkan sebiasaan-kebiasaan yang tidak selaras dengan hidup Kristen. Marilah kita mohon:
U.   Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
2.    Doa Spontan
       Peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan doa-doa secara spontan.
P.    Demikianlah Bapa doa-doa yang kami sampaikan kepada-Mu dengan rendah hati. Sudilah kiranya Engkau mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kami, demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
U.   Amin.
3.    Bapa Kami
       Marilah kita satukan seluruh doa-doa kita dengan doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, Bapa Kami…

PENUTUP

1.    Doa Penutup
P.    Allah yang maha baik, sesudah mendengarkan sabda-Mu, kami menyatakan tobat hati kami. Bantulah kami dalam Masa Prapaskah ini untuk hidup lebih sederhana, sehingga dapat menolong saudara yang kekurangan. Semoga kami sungguh-sungguh mengamalkan sabda-Mu di dalam keluarga, di tempat kerja, dan di dalam pergaulan sehari-hari di tengah masyarakat. Demi Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U.   Amin.
2.    Berkat
P.    Semoga Tuhan beserta kita.
U.   Sekarang dan selama-lamanya.
P.    Semoga dalam menjalani masa puasa dan tobat ini kita selalu diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: Bapa, Putra dan Roh Kudus.
U.   Amin.
3.    Lagu Penutup, MB 378

PI Masa Adven 2011

"DAMAI SEJAHTERA DI BUMI"



Pengantar

Kepada para gembala di padang, para malaikat berseru, "damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Luk 2:14b) Damai sejahtera memang merupakan anugerah Allah kepada manusia, tetapi anugerah itu juga harus diperjuangkan oleh manusia, dengan menghayati cara hidup yang berkenan bagi Allah.

Sekarang ini, cara hidup yang berkenan bagi Allah itu setidak-tidaknya ditandai oleh upaya-upaya untuk sungguh setia kawan  pada orang-orang yang lemah-miskin, serta oleh upaya-upaya untuk membela dan melindungi kehidupan.

Maka tema umum "Damai Sejahtera di Bumi" dijabarkan ke dalam dua pertemuan.  Tema pertemuan pertama adalah "Damai dan Kesetiakawanan". Tema pertemuan kedua adalah "Membela dan Menghormati Kehidupan". Untuk mendalami tema itu, dapat dipilih sendiri dua metode yang sesuai. Metode pertama adalah metode Lectio Divina, dan metode kedua adalah metode Sharing Injil Tujuh Langkah.

Semoga Masa Adven tahun ini dapat menjadi masa yang baik bagi kita untuk bersama-sama dengan Allah membangun "damai sejahtera di bumi" ini, tidak saja dengan doa dan niat, tetapi juga dengan upaya nyata yang sederhana.

Pertemuan Pertama
DAMAI DAN KESETIAKAWANAN

I. PEMBUKA

A.    Lagu Pembuka
B.    Tanda Salib dan Salam
P.    Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U.    Amin.
P.    Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, kasih karunia  dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, beserta kita.
U.    Sekarang dan selama-lamanya
C.    Kata Pengantar
Saudara-saudari yang terkasih, ada banyak orang yang dahaga akan hidup yang damai. Namun seringkali mereka mencarinya di tempat yang keliru. Mereka menyangka bahwa kedamaian dapat ditemukan dalam pesta dan perayaan yang serba meriah, dalam hidup yang serba berkelimpahan, dalam ibadah yang penuh sensasi. Maka marilah kita, orang-orang yang juga lapar dan haus akan kedamaian, merenungkan tema berikut ini, DAMAI DAN KESETIAKAWANAN.
D.    Doa Pembuka
Ya Tuhan, kami pun haus dan dahaga akan Engkau, sumber hidup dan damai kami. Bantulah kami untuk dapat menemukan damai-Mu, menemukan Engkau sendiri, di dalam hidup saudara-saudari kami yang lemah, yang  sering harus berbaring di palungan kemiskinan. Karena Engkau-lah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

II. PEMBACAAN

A.    Pengantar
"Di manakah Dia, Raja Orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?", itulah pertanyaan yang para majus dari Timur. Pertanyaan mereka sebenarnya merupakan pertanyaan kita semua. Kita semua selalu mencari Raja sejati, yang dapat memberikan damai sejati bagi hidup kita. Usaha untuk mencari, menemukan, menyembah dan menyerahkan diri kepada Raja sejati itu, merupakan perjalanan yang panjang, sebagaimana terungkap dalam kisah tentang orang majus.
B.    Pembacaan Kitab Suci  (Mat 2:1-7)
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

III. PENDALAMAN

A.    Pendalaman Teks
  •     Peserta diminta untuk membaca ulang teks tersebut secara pribadi, sambil membiarkan diri disapa oleh Firman Tuhan.
  •     Untuk memahami pesan teks, peserta diajak untuk merenungkan isi perikop tersebut, dengan panduan pertanyaan sebagai berikut:

1.     Di manakah para Majus itu menemukan Sang Raja Damai?
2.     Di manakah kita dapat menemukan kedamaian?

B.    Rangkuman
1.   Raja damai tidak ditemukan pada pusat pemerintahan, atau istana-istana para penguasa, karena pusat pemerintahan dan istana-istana para penguasa bukanlah tempat asal damai sejati, melainkan damai semu yang dipaksakan dengan kekerasan dan kekejaman. Maka bisa dimengerti, orang majus kehilangan bintang sewaktu sampai di Yerusalem, karena di situ, tempat para penguasa, bukanlah tempat asal damai. Bahkan orang Yerusalem menjadi gempar, mendengar ada raja damai lahir. Mereka tidak siap dengan hal itu.
2.  Damai harus dimulai bukan dengan mendatangi penguasa, melainkan dengan mendatangi orang-orang yang lemah, yang miskin, yang tersisih. Damai harus dimulai dengan upaya untuk menghormati dan mengangkat harkat orang-orang yang lemah dan miskin. Damai harus dimulai dengan mengembalikan apa yang menjadi hak orang miskin, agar mereka dapat hidup dengan lebih bermartabat, dengan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur yang kita miliki.
3.   Damai tidak dilahirkan oleh kekuasaan, melainkan oleh kerendahan hati. Damai tidak dibangun dengan kesombongan dan keangkuhan, melainkan oleh kesederhanaan. Damai tidak dicapai dengan pemisahan-pemisahan, melainkan dengan mendatangi dan merangkul, bahkan sujud menyembah mereka yang kecil. 
4.  Kita ditantang untuk membangun dan memperjuangkan kedamaian dengan mengutamakan mereka yang miskin,   karena Kristus menampakkan diri kepada kita sebagai Raja damai dalam diri orang miskin, bahkan akan mengadili sebagai Raja dengan ukuran perilaku kita kepada orang miskin.

IV. BERDOA

P.    Tuhan bersabda, supaya kita yang mendengarkan sabda-Nya, pergi melaksanakan karya pelayanan yang sesuai dengan sabda-Nya. Untuk itu marilah kita berdoa:
1.   Semoga semakin banyak orang yan memberi perhatian terhadap sesamanya yang menderita penolakan. Semoga melalui kasih yang mereka berikan, mereka mampu menyalurkan kasih Allah sendiri  kepada semua orang. Marilah kita mohon…
        Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
2.   Semoga kita sendiri juga semakin terbuka dan siap sedia menerima siapapun yang sedang mencari tempat perlindungan. Semoga berkat rahmat Tuahn kita  mampu menyatukan diri dengan saudara-saudari kita yang dimiskinkan oleh bermacam-macam situasi hidup. Marilah kita mohon…
        Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
3.     Semoga kita sendiri semakin dipersatukan Tuhan dengan orang-orang yang terluka dan teraniaya karena kekerasan; dengan orang-orang yang menjadi korban pemerasan dan penindasan; dengan mereka yang telah kehilangan milik mereka yang paling berharga; dan dengan mereka yang kini hidup dalam keputusasaan,  sehingga kita dapat membangun kehidupan yang lebih baik dan manusiawi bagi semua orang. Marilah kita mohon…
        Kabulkanlah doa kami ya Tuhan. 

VI. PENUTUP

A.    Doa Penutup
Ya Tuhan, kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang telah Engkau berikan kepada kami. Kami mau sunguh-sungguh mencari-Mu, serta menyerahkan diri ke dalam kasih setia-Mu yang tidak pernah berubah. Ajarlah kami ya Tuhan, untuk setiap hari semakin dekat dan semakin bersatu dengan-Mu, melalui kesetiakawanan kami dengan sesama kami yang menderita. Karena Engkau-lah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
B.    Berkat
P.    Semoga Tuhan beserta kita.
U.    Sekarang dan selama-lamanya.
P.    Semoga kita sekalian selalu diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.
U.    Amin.
C.     Lagu Penutup

Pertemuan Kedua
MEMBELA DAN MENGHORMATI KEHIDUPAN

I. PEMBUKA

A.    Lagu Pembuka
B.    Tanda Salib dan Salam
P.    Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U.    Amin.
P.    Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, kasih karunia  dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, beserta kita.
U.    Sekarang dan selama-lamanya
C.     Kata Pengantar
Saudara-saudari yang terkasih, peristiwa Natal merupakan sebuah peristiwa yang mengajak kita untuk menghargai serta menghormati setiap kehidupan. Orang yang selalu ingin memusnahkan kehidupan, dengan bermacam-macam alasan, adalah orang yang mau memusnahkan Allah sendiri, karena kehidupan berasal dari Allah. Sebagai orang beriman, kita harus membela dan menghormati kehidupan dimanapun kita berada. Maka marilah kita, merenungkan tema berikut ini, MEMBELA DAN MENGHORMATI KEHIDUPAN.
D.    Doa Pembuka
Ya Tuhan, kami memuji Engkau dan bersyukur kepada-Mu, karena Engkau menjadi manusia dengan lahir di tengah-tengah kami. Engkau menjadi manusia lemah agar kami yang rapuh dan fana ini diurapi oleh daya ilahi yang abadi. Curahkanlah rahmat-Mu, agar kami yang tak lama lagi akan merayakan misteri kelahiran-Mu, berani menjadi pembela kehidupan, dan dengan demikian menjadi sarana kehadiran-Mu di tengah-tengah sesama kami. Karena Engkau-lah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang segala masa.

II. PEMBACAAN

A.    Pengantar
Sebetulnya ada empat orang bernama Herodes, yaitu Herodes Agung yang mau membunuh kanak kanak Yesus, Herodes Antipas, yang membunuh Yohanes Pembaptis dan ingin membunuh Yesus serta berperan dalam pengadilan Yesus; yang ketiga ialah Herodes Agripa Pertama, yang berperan dalam pembunuhan Yakobus dan memenjarakan Petrus untuk dibunuh, dan yang terakhir ialah Herodes Agripa Kedua, yang menyelidiki Paulus. Keempat-empat Herodes ini tampil sebagai orang-orang yang tidak menghormati dan membela kehidupan.
B.    Pembacaan Kitab Suci  (Mat 2:13-18)
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.”

III. PENDALAMAN

A.    Pendalaman Teks
-   Peserta diminta untuk membaca ulang teks tersebut secara pribadi, sambil membiarkan diri disapa oleh Firman Tuhan.
-   Untuk memahami pesan teks, peserta diajak untuk merenungkan isi perikop tersebut, dengan panduan pertanyaan sebagai berikut:
1.     Dalam tindakan apa kelihatan bahwa Herodes sama sekali tidak menghormati dan membela kehidupan?
2.     Apa yang bisa kita lakukan untuk menghormati dan membela kehidupan?

B.    Rangkuman
1.     Damai Allah yang mulai dibangun dalam diri orang-orang kecil sederhana seperti, Yusuf, Maria dan Yesus, bagi Herodes Agung ternyata merupakan ancaman bagi damai semua yang menguntungkan dirinya sebagai penguasa. Karena itulah dia berkata kepada para majus, "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia." Ancaman terhadap stabilitas harus dimusnahkan.
2.   Kanak-kanak Yesus terpaksa harus diungsikan ke tanah yang jauh, yang di luar daerah kekuasaan Herodes. Yesus mengalami penderitaan banyak orang pada zaman sekarang, yang terpaksa menjadi pengungsi karena ulah penguasa. Tetapi, dorongan untuk memusnahkan ancaman tetap berlanjut. Akibatnya, terjadilah pembunuhan massal anak-anak tak berdosa di Betlehem.
3.    Sampai hari ini penderitaan hidup seperti itu masih mudah kita temukan. Masih banyak orang yang terpaksa harus menjadi pengungsi, dan yang paling menderita biasanya adalah anak-anak dan perempuan. Risiko sebuah pengungsian ialah kematian, karena kurang makan, kurang sehat dan kelelahan-kelelahan. Sekarang pun masih dan bahkan semakin banyak anak yang dibuang oleh orang yang melahirkannya, atau yang sebelum dilahirkan sudah dibunuh. Orang yang menyingkirkan Allah dari hidupnya memang tidak lagi memiliki hati nurani; tidak lagi memiliki rasa hormat terhadap hidup; tidak lagi memiliki rasa sayang terhadap yang lemah dan tak berdaya.
4.   Dengan cara bagaimana kita dapat membawa seberkas cahaya dalam kegelapan tragedi kemanusiaan itu? Kita bisa mulai dari hal-hal yang sederhana, namun membutuhkan kurban yang besar, yaitu merawat dan memelihara dengan penuh cinta orangtua kita sendiri, yang telah menjadi lemah dan sakit karena usia, atau dengan memelihara anak-anak yang dibuang oleh orangtuanya karena macam-macam alasan. Perhatian dan belas kasih terhadap orang-orang yang miskin dan menderita di sekitar kita, dengan macam-macam bentuk, juga merupakan cara untuk membawa seberkas cahaya dalam kegelapan tragedi kemanusiaan.

IV. BERDOA

P.    Tuhan bersabda, supaya kita yang mendengarkan sabda-Nya, pergi melaksanakan karya pelayanan yang sesuai dengan sabda-Nya. Untuk itu marilah kita berdoa:
1.  Semoga semakin banyak orang yang memiliki ketulusan hati dalam melaksanakan berbagai upaya untuk menghargai dan melindungi kehidupan. Semoga dijauhkan dari hati mereka  keinginan untuk memperoleh sanjungan, pujian, dan penghargaan. Semoga segala karya baik yang mereka kerjakan, mereka lakukan semata- mata demi kemuliaan Tuhan. Marilah kita mohon…
        Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
2.  Semoga Tuhan main mempersatukan kita dengan semua orang yang mencari perdamaian; dengan semua orang yang sedang terlunta-lunta, dengan mereka yang nasibnya tidak menentu. Semoga Tuhan hadir di tengah kita dan menganugerahi kita dengan segala rahmat yang kita  perlukan untuk melaksanakan karya pelayanan yang mulia, yang Tuhan percayakan kepada kita. Marilah kita mohon…
        Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
3.   Semoga Tuhan memancarkan terang kasih-Nya ke atas dunia ini, sehingga setiap kekejaman terhadap kaum lemah akan kelihatan; dan setiap perilaku yang tidak berperikemanusiaan akan nampak sebagai hampa. Semoga dengan demikian, di dunia ini tidak ada tempat bagi kekerasan. Marilah kita mohon…
        Kabulkanlah doa kami ya Tuhan. 

VI. PENUTUP

A.    Doa Penutup
Ya Tuhan, sudilah kiranya Engkau memberkati kami, agar kami mampu mengamalkan segala niat yang telah kami  bangun dalam hati. Semoga segala sesuatu yang akan kami laksanakan sungguh membawa damai dan sukacita bagi sesama kami, sehingga melalui kami mereka dapat mengalami damai-Mu. Karena Engkau-lah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
B.    Berkat
P.    Semoga Tuhan beserta kita.
U.    Sekarang dan selama-lamanya.
P.    Semoga kita sekalian selalu diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.
U.    Amin.
C.     Lagu Penutup



METODE ALTERNATIF
SHARING INJIL 7 LANGKAH


Pertemuan Pertama
DAMAI DAN KESETIAKAWANAN

1.     Kita mengundang Tuhan
      Silakan salah seorang peserta berdoa secara spontan untuk mengundang Tuhan Yesus. Doa di bawah ini dipergunakan kalau situasi memang tidak memungkinkan.

        Tuhan Yesus yang baik, kami mengundang Engkau dalam pertemuan ini. Datanglah di tengah kami, tinggalah bersama kami. Berilah kami kesanggupan untuk mengenal kehendak-Mu, dan melaksanakannya dalam hidup kami. menemukan damai-Mu, menemukan Engkau sendiri, di dalam hidup saudara-saudari kami yang lemah, yang  sering harus berbaring di palungan kemiskinan. Karena Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

2.     Kita membaca Kitab Suci
Mari kita buka Kitab Suci, Injil Lukas… bab 10… ayat 25… sampai dengan ayat 37…
Silakan salah seorang membacanya dengan perlahan-lahan dalam suasana doa dan dengan suara lantang.

3.     Kita memilih kata-kata dan merenungkannya
        Sekarang marilah kita pilih kata-kata atau ayat pendek yang mengesan di hati, kemudian mengucapkannya sebanyak tiga kali, dalam suasana doa. Setelah itu, teks dibaca sekali lagi.

4.     Kita mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita dalam keheningan
        Marilah kita hening selama 3 menit dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

5.     Kita mensharingkan apa yang kita dengar dalam hati kita
        Saat ini marilah mensharingkan kata-kata atau ayat yang menyentuh hati kita secara pribadi. Kita tidak berdiskusi atau berkhotbah.

6.     Kita merencanakan aksi
        Sekarang marilah kita menentukan satu kegiatan yang kita yakini diserahkan Tuhan kepada kita, untuk kita laksanakan secara bersama-sama dalam minggu ini.

7.     Kita berdoa secara spontan   
Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa yang keluar dari hati kita secara spontan.
        Marilah kita satukan doa, harapan dan niat baik kita dengan doa yang diajarkan oleh Yesus kepada kita.
Bapa Kami yang ada di surga…. (Bisa dinyanyikan sambil bergandengan tangan)

E.     Doa Penutup
        Doa Penutup spontan. Jika tidak ada, dapat diucapkan doa ini.

Pertemuan Kedua
MEMBELA DAN MENGHORMATI KEHIDUPAN

1.     Kita mengundang Tuhan
Silakan salah seorang peserta berdoa secara spontan untuk mengundang Tuhan Yesus. Doa di bawah ini dipergunakan kalau situasi memang tidak memungkinkan.

Tuhan Yesus yang baik, kami mengundang Engkau dalam pertemuan ini. Datanglah di tengah kami, tinggalah bersama kami. Berilah kami kesanggupan untuk mengenal kehendak-Mu, dan melaksanakannya dalam hidup kami. Semoga kami berani menjadi pembela kehidupan, dan dengan demikian menjadi sarana kehadiran-Mu di tengah-tengah sesama kami. Karena Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

2.     Kita membaca Kitab Suci
Mari kita buka Kitab Suci, Injil Lukas… bab 10… ayat 25… sampai dengan ayat 37…
Silakan salah seorang membacanya dengan perlahan-lahan dalam suasana doa dan dengan suara lantang.

3.     Kita memilih kata-kata dan merenungkannya
        Sekarang marilah kita pilih kata-kata atau ayat pendek yang mengesan di hati, kemudian mengucapkannya sebanyak tiga kali, dalam suasana doa. Setelah itu, teks dibaca sekali lagi.

4.     Kita mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita dalam keheningan
        Marilah kita hening selama 3 menit dan mempersilakan Tuhan berbicara kepada kita.

5.     Kita mensharingkan apa yang kita dengar dalam hati kita
        Saat ini marilah mensharingkan kata-kata atau ayat yang menyentuh hati kita secara pribadi. Kita tidak berdiskusi atau berkhotbah.

6.     Kita merencanakan aksi
        Sekarang marilah kita menentukan satu kegiatan yang kita yakini diserahkan Tuhan kepada kita, untuk kita laksanakan secara bersama-sama dalam minggu ini.

7.     Kita berdoa secara spontan    Kita semua diundang untuk mengungkapkan doa yang keluar dari hati kita secara spontan.
        Marilah kita satukan doa, harapan dan niat baik kita dengan doa yang diajarkan oleh Yesus kepada kita.
Bapa Kami yang ada di surga…. (Bisa dinyanyikan sambil bergandengan tangan)

E.     Doa Penutup
        Doa Penutup spontan. Jika tidak ada, dapat diucapkan doa ini.